2008-09-23

Vung Tau, Cape Saint Jacques, home...

Dibangunkan oleh desiran ombak,


tawa anak yang berlarian di pantai,


dan langit biru yang disenyumi matahari...


Halah! sok romantis amat sih. Tapi memang beginilah tiap hari saya terbangun di Vung Tau. Super romantis deh pemandangannya. Oh, aren't I the luckiest girl on earth!


Vung Tau, kota minyaknya Vietnam, dulu lebih dikenal sebagai kota peristirahatan. Sempat diberi nama Cape St. Jacques waktu jaman kolonialisme Perancis, masih ada sisa-sisa bangunan kuno bergaya Eropa plus patung Yesus setinggi 32 m yang berdiri dengan tangan terbentang di puncak bukit Nho.

Walaupun sekarang pantai Vung Tau sudah agak-agak tercemar pemandangan kapal niaga dan sampahnya, tapi masih ada beberapa potong pantai yang airnya jernih. Geografinya yang berupa pantai landai memanjang dan bukit-bukit hijau membuat pemandangan semakin spektakuler.



Saya tinggal di tepi "Pineapple Beach", yang konon pantai tercantik di Vung Tau. Saking romantisnya, hampir tiap hari ada satu dua pasangan membuat pre-wedding picture di depan apartemen saya. Lucu juga sih, melihat para pengantin dengan kostum heboh sibuk melompat-lompat menghindari air sambil ditonton anak-anak dan penjual kaki lima. Hehehe, demi pose...

Selain udara bersih, gaya hidup di Vung Tau juga super sehat. Karena pantai yang begitu indah dan udara segar, orang-orang selalu berjalan kaki di pagi maupun sore hari (termasuk saya yang biasanya lebih pilih memeluk bantal sambil membayangkan betapa sehatnya olahraga). Buah-buahan dan sayuran berlimpah ruah, belum lagi seafood yang serba segar dan murah.
By the way, siapa bilang seafood meningkatkan kolesterol? Fitnah tuh. Coba cek di http://www.healthcastle.com/cholesterol.shtml

Nah, jadi kapan mampir? Mumpung saya di sini...!

2 comments:

  1. Hallo mbak, blogwalking ketemu blog ini

    salam kenal ya.. seneng baca blognya, berasa ikut keliling dunia :)

    ReplyDelete
  2. hehehe... mumpung ada candra, ntar pengen mampir aaah :)

    ReplyDelete