2008-12-18

Ha Long Bay


Jalan-jalan ke Ha Noi paling pas disambung dengan Ha Long Bay, teluk spektakuler yang termasuk situs World Heritage UNESCO dan dinominasikan sebagai salah satu keajaiban dunia.

Teluk biru tenang seluas 1553 km2 ini dihiasi lebih dari 1500 pulau-pulau kecil berbagai bentuk dan ukuran. Pulau-pulau ini ada yang cuma kosong ditumbuhi tanaman, ada juga yang bergua dan berdanau, ada yang ditinggali manusia. Selain itu, ada juga desa terapung di tengah Ha Long Bay.
Mirip-mirip Krabi di Thailand tapi menurut banyak komentar lebih keren Ha Long Bay (katanya, wong saya belum pernah ke Krabi...)

Menurut ceritanya,jaman Vietnam sedang perang melawan Cina, para dewa menurunkan naga untuk membantu orang Vietnam. Naga ini menebarkan batu-batu mulia yang sekarang berubah menjadi pulau-pulau ini, menjadi benteng sampai akhirnya Vietnam menang melawan Cina... (kalau sampai percaya cerita ini, Anda benar-benar kebanyakan imajinasi)



Cuma tiga jam jalan darat dari Ha Noi, cara paling asyik muter-muter Ha Long Bay tentu aja naik kapal (mosok berenang, pegel dong). Ada juga sih yang berkayak, tapi nggak akan bisa sampai jauh soalnya teluk ini gede juga. Biasanya semua travel agent di Vietnam menawarkan paket tur ke Ha Long Bay dengan kapal, jadi jangan lupa pesan duluan, cek di internet reputasi kapalnya plus tawar-tawaran (hehehe, nggak puas lah kalau belum nawar).
Selain itu, perhatikan juga ramalan cuaca. Kalau pas berkabut ya mendingan ditunda, ketimbang nggak bisa lihat apa-apa. Udara musim dingin di Ha Long lumayan menggigit, jadi kalau mau ke sana jangan lupa ngecek prediksi temperatur biar nggak salah kostum. Maklum, Ha Long ini sudah dekat perbatasan Cina jadi iklimnya agak-agak sub tropis.


Buat pecinta fotografi landscape, honeymooners, atau simply desperately romantic people, Ha Long Bay adalah salah satu ultimate destination deh. Bayangin laut biru tenang dengan ribuan pulau pulau kecil di belakangnya, kapal nelayan tradisional, burung-burung... Oh iya, jangan lupa pilih tur yang menginap di atas kapal, jadi bisa melihat matahari tenggelam dan terbit di Ha Long Bay.. oooo....

2008-12-09

Hanoi

Alasan utama ke Hanoi sebenarnya adalah menghadiri pernikahan seorang teman Vietnam. Sebenarnya pernikahan ini sudah saya tunggu-tunggu, soalnya saya sudah lama menjahitkan ao dai (baju khas vietnam), tapi belum punya alasan memakainya. Masak pakai ao dai ke kantor...? mak, saya belum semuka badak itu...



Hanoi, buat para westerner alias londo (ini bahasa nenek saya) pastinya eksotik banget. Terutama kalau berjalan-jalan di Old Quarter yang sempit dan hiruk-pikuk dengan kegiatan perdagangan mulai dari sutra sampai batu nisan. Tapi buat saya, Old Quarter mirip-mirip dengan Malioboro, tapi lebih besar dan lebih semrawut (payah nih, dasar indo, apa-apa dibandingin dengan kampung...)

Tempat favorit saya di Hanoi adalah Hoan Kiem Lake, danau kecil dekat Old Quarter yang cantik banget. Pas bulan-bulan akhir tahun (November-Desember), udara di Hanoi lumayan dingin; bisa mencapai 10-15 C di malam hari. Berkumpullah para pasangan di pinggir Hoan Kiem Lake, duduk memadu kasih beramai-ramai(ya ampun bahasanya norak banget gak siiiiy). Setiap 2 meter ketemu deh kita dengan pasangan-pasangan ini, yang rata-rata menganggap kalau dunia milik mereka berdua sementara kita cuma numpang...

Karena Hanoi sudah menjadi ibukota Vietnam selama lebih dari seribu tahun, Hanoi termasuk tempat favorit para pecinta sejarah. Tempat yang wajib dilihat:

1. Ho Chi Minh Mausoleum
Tempat mumi Uncle Ho (Ho Chi Minh!) disemayamkan. Jelas nggak terlalu heboh, tapi kalau belum ke sini berarti belum ke Hanoi deh. Dari sini biasanya melanjutkan ke One Pillar Pagoda yang cuma di sebelahnya.

2. Museum of Ethnology
Sempatkan 3-4 jam supaya bisa melihat-lihat cerita etnis-etnis di Vietnam beserta contoh rumahnya (original size!)

3. Temple of Literature (Van Mieu)
Universitas tertua di Vietnam, didirikan lebih dari satu milenium yang lalu.

4. Water Puppet Show
Pertunjukan wayang (lebih pas-nya boneka) populer yang konon sudah merakyat di Vietnam sejak abad ke-15. Nggak membosankan, malah kalau bawa anak-anak dijamin mereka terbengong-bengong kagum.









Wait, wait.. how about the wedding? Pernikahan yang saya kira bakalan eksotis ini (udah ngebayangin para gadis dengan ao dai warna-warni dan adat vietnam yang heboh), ternyata 100% western style. Penganten memakai jas dan white gown, acaranya dilengkapi champagne pouring dan lagu Beethoven. Kitschy. Cuma saya dan orang tua pengantin saja yang memakai ao dai... Huh, kecewa. Konon katanya memang beginilah gaya pernikahan di Vietnam sekarang- western. Mana nih, the original vietnamese wedding??