2013-06-19

Schleswig-Holstein; less traveled route di Jerman Utara

Inilah jalan-jalan ke Jerman yang paling berkesan, soalnya diantar oleh Mama dan Papa S, pasangan yang sudah menghabiskan lebih dari 50 tahun hidupnya di daerah ini!

Schleswig-Holstein adalah negara bagian Jerman yang paling utara, berbatasan langsung dengan Denmark dan North Sea. Di sini tidak ada daerah yang benar-benar jadi tujuan wisata internasional, jadi kemana-mana kita bertemu dengan penduduk setempat maupun pengunjung lokal, bukan turis. Schleswig-Holstein sebagian besar terdiri dari dataran rata dengan padang rumput, ternak; benar-benar imajinasi klasik tentang pedesaan Eropa utara.
Friedrichstadt, the "Little Amsterdam" of Schleswig-Holstein

Bunga viola mulai mekar di kebun Mama S
Pagi itu, Mama dan Papa S menyiapkan sarapan dengan roti, keju, madu rapeseed dan selai raspberry buatan sendiri. Kami mengobrol sambil memandangi kebun kecil mereka di belakang rumah yang mulai berbunga di awal musim semi. Papa S membuka oleh-oleh kerupuk udang dari saya yang sudah dia mimpi-mimpikan sejak lama, sambil bernostalgia saat pertama takjubnya beliau melihat kerupuk udang mekar di penggorengan (hahaha...) Udara masih dingin menggigit, dan Mama Papa S akan mengajak saya menyusuri pantai St. Peter-Ording, pantai yang menghadap North Sea. Saya mulai menggigil membayangkannya....

Mama S pun meyetir mobil hybrid-nya, sementara Papa S sibuk memberikan arah dan siap dengan peta (maklum, generasi yang nggak percaya sama GPS). Kami melintasi padang-padang hijau yang luas, kadang bersemu kuning buga rapeseed, lumbung gandum, sapi, kambing, serta kuda yang merumput dengan tenang. Sepanjang mata memandang, selalu terlihat kincir angin (windmill) berbagai ukuran untuk membangkitkan tenaga listrik, juga sel tenaga surya besar-besar yang dipasang di atas kandang ternak atau lumbung. Jerman memiliki target untuk memenuhi 35% kebutuhan energinya dari energi terbarukan pada 2020: objektif yang sangat agresif sekaligus membuat saya kagum. Bayangkan kalau sel tenaga surya sebanyak ini dipasang di negara kita yang panas sepanjang tahun, nggak kayak Jerman yang mendung melulu. Kita pasti nggak terlalu bergantung pada minyak dan gas ya...

Pantai St. Peter-Ording
Dengan jaket tebal pinjaman Mama S, kami berjalan menyusuri pantai St.Peter-Ording yang berpasir putih dan bersih tak bercela, dengan latar belakang sand dunes serta hutan. Katanya sih, di musim panas, pantai ini penuh sesak dengan orang berjemur dan olahraga air. Bahkan di hari itu yang notabene dingin menggigit (sekitar 5 C) dan angin yang berhembus keras, ada beberapa orang yang wind-surfing di laut. Hebat!!! Saya cuma terbengong-bengong aja melihatnya.

Flood meter di Tönning; tahun 1962 sempat banjir 5.2 meter!

Dari St. Peter-Ording, Mama dan Papa S mengajak saya mengunjungi berbagai kota kecil dan desa cantik di Schleswig-Holstein. Saya curiga, tempat-tempat ini ada sejarahnya dengan masa pacaran mereka., soalnya mereka kelihatan nostalgic banget. Ada Tönning, fishing village  yang terletak di tepi sungai Eider dekat muaranya ke North Sea. Juga Wesselburen, kota kecil dengan rumah-rumah kunonya yang terpelihara, mengelilingi gereja yang berumur lebih dari 800 tahun di tengahnya. Kami juga menghabiskan banyak waktu mengelilingi Friedrichstadt, the "Little Amsterdam", karena sejarahnya yang dibangun oleh orang-orang Belanda yang terusir dari negaranya karena konflik agama. Kota kecil ini otomatis memiliki arsitektur yang bergaya Belanda, termasuk juga penduduknya yang sebagian besar keturunan Belanda. Dari situ kami melanjutkan ke Storchendorf- Bergenheusen, desa kecil di mana penduduknya sangat bangga dengan burung-burung bangau yang membangun sarang di atap rumah mereka. Malahan, ada beberapa menara yang sengaja dibangun supaya burung-burung bangau gampang membuat sarang.
Bangau di atap rumah- Storchendorf

Malam itu kami makan di Kleiner-Heinrich restaurant, Glückstadt-- rumah makan favorit Mama Papa S. Benar-benar restaurant gaya tradisional, old-fashioned, yang cantik dan hangat. Saya yang sudah sejak pagi  terus-terusan melihat sapi gemuk di padang rumput dan membayangkan enaknya makan daging sapi free-range, langsung memesan beef steak. Dan ternyata memang benar, enak sekali; beda banget rasanya dengan daging sapi ternakan. What a meal, and what a day! Terimakasih Mama Papa S, hug and kiss!

1 comment:

  1. Sekian lama saya bermain togel baru kali ini saya
    benar-benar merasakan yang namanya kemenangan 4D
    dan alhamdulillah saya dapat Rp.630.000.000.00 juta dan semua ini
    berkat bantuan angka dari AKI MANGKUBONO
    karena cuma beliaulah yang memberikan angka
    ghoibnya yang di jamin 100% tembus awal saya
    bergabung hanya memasang 200 ribu karna
    saya gak terlalu percaya ternyatah benar-benar
    tembus dan kini saya gak ragu-ragu lagi untuk memasang
    angkanya karna 2X berturut-turut saya menang
    buat anda yang butuh angka 2d 3d 4d dijamin tembus
    hubungi di nomor hp: 085203333887 AKI MANGKUBONO
    saya jamin beliau akan membantu kesusahan
    anda apalagi kalau anda terlilit hutang trima kasih
    https://tanparumusan.blogspot.co.id/


    INGIN MERASAKAN KEMENANGAN DI DALAM BERMAIN TOGEL JAMIN 100% TLP AKI

    ReplyDelete