2008-01-30

Dubai: Cerita Seorang TKW, Bagian 1: The Misunderstandings

Saat ini saya tinggal di Dubai, jadi rasanya aneh kalau saya tidak berbagi cerita tentang Dubai. Sebenarnya Dubai bukan tempat favorit saya, tapi tidak mengecewakan juga (mungkin kalau para pecinta Dubai mendengar kata-kata saya ini, mereka bakal berteriak "Are you mad? This city is super marvellous!!!") Anyway, let's start...

Hal yang sering ditanyakan orang ketika mereka mendengar saya tinggal di Dubai adalah:

1-Wah, apa aman tuh, perempuan kerja di Dubai? Sering diganggu orang Arab nggak?

Ini klarifikasi saya:
Aman Pak! Lebih aman jalan di Dubai ketimbang jalan di Jakarta. Di sini nggak ada jambret atau copet. Diganggu? Orang Arab sopan-sopan lo Pak. Tapi kalau pakai rok mini, nggak janji lah ya. Makanya kalau berpakaian yang sopan dong!

2-Harus pakai cadar dan baju hitam-hitam nggak kalau jalan di luar?

Ini klarifikasi saya:
Mau pakai baju hitam-hitam, pakai cadar, pakai jilbab warna-warni, pakai baju biasa, pakai baju tradisional negara masing-masing, pakai yang memperlihatkan aurat, semuanya ada di Dubai dengan persentase yang sama rata! Yang ini saya no comment karena masing sering shock karena masalah aurat itu tadi (maklum wanita Arab ukurannya 'agak' berbeda dengan wanita Asia, hehehe). Kata Ibu saya yang baru berkunjung ke sini beberapa bulan lalu: "Jahiliyah!"

3-Dubai itu dekat sama Mekah kan? atau, Ooo... Dubai... yang di Arab Saudi kan?
Yang ini biasanya saya benar-benar jengkel. Iya lah, Indonesia itu negara besar buanget, tapi coba sekali-sekali melihat peta dunia gitu loh. Atau nonton berita. Jangan nonton sinetron terus, nggak mendidik (hehehe, saya nggak pernah ngamuk kayak gini loh; saya sembunyiin aja dalam hati).

Klarifikasi saya:
Dubai itu Pak, salah satu kota di negara United Arab Emirates. Jaraknya dari Mekah sekitar 1635 km, kurang lebih jarak dari Makassar ke Jakarta. Saudi Arabia itu cuma salah satu dari 10 negara yang berdesakan di Jazirah Arabia. Jelas Pak? Nanti kalau sampai di rumah tolong buka peta ya! (hehehe.... nggak segalak itu ding...)
Nah, besok kalau Anda ketemu saya, jangan tanya lagi ketiga pertanyaan di atas ya! Awas aja!

Berikut ini fakta sesungguhnya: Populasi Dubai diperkirakan sekitar 2 juta orang. Kurang dari 20% adalah warga negara asli (populer disebut "locals", identik dengan super rich), 23% Arab pendatang & Iranian, 50% orang India dan Pakistan, sisanya baru pendatang yang lain (Europeans especially British, Americans, Filipino, etc).

Jadi ini negara Arab apa negara bagian India? Kok lebih banyak orang Indianya? Begitulah....

Kebanyakan orang Asia di Dubai adalah Filipino. Mereka kelihatan mirip sekali orang Indonesia, tapi warna kulitnya cenderung lebih cerah. Kalau saya mengajak ngomong mereka dalam bahasa Inggris, biasanya mereka kelihatan sebal karena dikiranya saya salah satu bangsa mereka yang belagu. Entah sudah berapa puluh kali saya tahu-tahu diajak ngomong oleh orang Filipin "blktq blktq qtq qtq..!" Biasanya sih saya cuma cengar-cengir, menunggu mereka selesai ngomong panjang lebar, terus menjawab "Sorry, I don't speak that!"

Jumlah orang Indonesia di Dubai hanya sedikit, secara garis besar profesi dibagi 3: domestic helper (halah! pembokat bahasa jelasnya), pekerja hotel/ restoran, dan pekerja oil & gas. Saya termasuk golongan terakhir. Profesi saya agak susah dijelaskan ke non-oilfield people (muggles, hehehe....). Perusahaan saya juga namanya agak susah disebutkan.

Makanya, ketika orang bertanya apa pekerjaan saya, biasanya Ibu saya dengan enteng menjawab "Te-ka-we!"

Lah bener kan. Saya memang tenaga kerja wanita kok. Gitu saja kok repot!

3 comments:

  1. baru saja blogwalking utk mencari2 cerita mengenai Dubai..
    Salam kenal ^^

    ReplyDelete
  2. subhanallloh, keren berarti yaaa..
    situs islam didubai apa aja yaa..

    ReplyDelete
  3. Ass wrwb mbak, saya berencana ke DUBAI dalam waktu dekat sama dengan mbak, saya masuk golongan pekerja Oil dan Gas disana, saya di document controller eng. Saya pingin ada orang yg sdh pengalaman tentang dubai, ya salah satunya mbak nanti bisa jadi teman disana. Terima kasih. Wassalammu'alaikum wrwb.

    Rahmat
    0818323911

    ReplyDelete