2008-01-27

A Night in Cairo

Cairo! Terus terang saja sejak kunjungan pertama saya beberapa tahun lalu, saya masih punya 'rasa' dengan Cairo. Kata orang, Cairo macet, kotor, tak teratur. Tapi sebaliknya, saya jatuh cinta pada Cairo pada pandangan pertama. Bagi saya, Cairo punya kepribadian. Sejarah. Tradisi.

Siang itu ketika saya tiba di Cairo untuk kedua kalinya, saya sudah merasa sok sekali. Sengaja berdandan dengan kohl (pensil mata) agak tebal (biasanya mana pernah, amit-amit deh) supaya sedikit kelihatan seperti Egyptian. Percaya atau tidak, walaupun hidung saya agak bulat dan jongkok, saya sering dikira orang Mesir. Asal jangan buka mulut deh..!

Dikira orang Mesir lumayan menguntungkan lho. Semua atraksi wisata di Mesir punya 2 macam tarif masuk: untuk orang Mesir dan untuk non-Mesir. Selisihnya kadang-kadang bisa sepuluh kali lipat. Huh, sadis!

Malam itu saya dijamu seorang teman Mesir, Esam, dan tunangannya di Khan-Al-Khalili, pasar tradisional tua yang berseberangan dengan masjid Al-Azhar. Esam memesan moloukhia dengan kelinci. Tunangannya dan saya berbagi shish tawouk. Di bagian depan restauran, para pemusik mulai memainkan instrumen mereka dengan irama yang menyihir untuk mulai menari. Rasanya kok seperti di cerita 1001 malam, keren banget....

Ketika kami melangkah keluar dari restauran, waktu sudah menunjukkan jam sebelas malam. Esam bertanya "Now, where do you want to go?" Saya tertawa, menjawab bahwa malam sudah larut. Mereka tertawa juga "The night just starts in Cairo!"


Tentu saja bung, ini Cairo! Fishawy, coffee shop paling terkenal di Cairo yang terletak di salah satu gang sempit Al-Khalili masih dipenuhi cairenese, termasuk beberapa anak-anak yang sibuk bermain petak umpet.
What I was thinking? Kami pun duduk di Fishawy, bergosip, menikmati segelas kopi arab yang rasanya mirip jamu godog bikinan embah saya, menghisap shisha rasa strawberry, menikmati malam hingga pagi menjelang, seperti cara para cairenese menikmatinya selama ratusan tahun.......

Cairenese: penduduk Cairo
moloukhia: daun yang rasanya mirip bayam
shish tawouk: daging ayam fillet panggang
shisha: hubbly-bubby, http://en.wikipedia.org/wiki/Hubbly_bubbly, cara lain menghisap tembakau

No comments:

Post a Comment