2009-02-26

Siem Reap, part II: Angkor Wat dan temen2nya...

Angkor Wat selalu menjadi cherry on the cake di Siem Reap. Sering disebut sebagai the epitome of Khmer architecture (canggih amat istilahnya), Cambodia begitu bangganya dengan Angkor Wat sampai gambar bangunan ini dipasang di bendera nasionalnya.

Konon salah satu struktur religius terluas di dunia, Angkor Wat dibangun sekitar Abad ke-12 oleh raja Suryavarman II sebagai kuil Hindhu, kemudian berubah menjadi kuil Budha di sekitar abad ke-14. Angkor Wat dikelilingi oleh danau buatan yang cantik dan menempati area seluas 2 km2. Bangunannya sendiri terdiri atas tiga tingkat. Tingkat pertama sedang ditutup waktu saya ke sana (syukur jadi ada alasan nggak usah naik ke atas; bayangin aja kemiringannya sekitar 75 derajat dan anak tangganya dulu didesain buat kaki bayi apa ya? a.k.a kecil-kecil amat, sadis!) Salah satu relief yang paling terkenal di Angkor Wat adalah reliefnya "apsara" alias gadis penari. Semuanya mblegedhing (bahasa apa coba ini) alias topless, udah gitu ukiran mukanya jelek-jelek semua lagi; bikin ilfil, hahahaha.

Di sekitar Angkor Wat, masih banyak candi lainnya yang rugi kalau nggak didatangi. Mengitarinya jelas butuh ketabahan. Soalnya, nggak mungkin kan dateng malam-malam; pasti deh harus siang waktu matahari menyengat. Jadi panas-panas kering Cambodia pun tetap nggak menyurutkan niat ke:

- Bayon Temple yang dulu terletak di pusat ibukota Khmer Angkor Thom (terkenal dengan struktur empat muka raksasanya)

- Baphuon, Royal Palace, dilanjutkan ke Terrace of the Leper King (konon tempat sang Raja menonton parade angkatan perang dulunya)

- ditutup dengan Phnom Bakheng: naik ke atas bukit-- bisa jalan kaki atau kalau mau lebih gaya naik gajah ( serius!) -- trus mendaki candi 75 derajat, trus bernapas lega melihat pemandangan hutan yang spektakuler dan Angkor Wat dari atas. Sebenarnya, sunset dari Phnom Bakheng bagus sekali, cuma kalau melihat jumlah turis vs luas Phnom Bakheng, hhh menyeramkan... takut runtuh deh tuh candi tua. Photographers, get your sunset somewhere else!

Kalau masih belum puas dengan historical visit, masih ada Angkor Museum yang surprisingly modern (dengan panduan keren a la British Museum lo). Belum puas juga? Ya udah coba aja malam-malam jalan di downtown Siem Reap, nyobain makanan Khmer yang ternyata enak di deretan restoran-restoran keren dan affordable di sini.

Anyway, night in the supposedly ancient town ini sama sekali nggak kuno... Thanks to tourists kota ini bangun 24 jam. I ended up in a small cafe yang punya live music bagus banget. No Khmer music ya, mereka mainnya top 40, hahaha...

No comments:

Post a Comment