2010-01-21

Iran (what the hell you are doing there, dude?)


What the hell you are doing there, dude?-- Begitulah komentar sahabat saya ketika saya kabari kalau saya mau jalan ke Iran.
Tapi hey, Iran adalah rumah dari salah satu peradaban tertua di dunia sejak 9 Milenia sebelum Masehi. Puncaknya adalah Persian Empire di bawah Cyrus & Darius The Great yang pada masanya merupakan kerajaan terbesar di dunia. So yeah, it's high in my must-visit list!

Tapi dengan image media yang agak suram sekarang plus embargo, jalan-jalan ke Iran memang nggak gampang. Positifnya, ini berarti saya nggak bakal ketemu dengan rombongan turis masal dan bisa lebih merasakan keaslian suasananya. Negatifnya, ini berarti infrastruktur dan informasi bakal terbatas sekali.

VISA. Sebelum terbang ke Iran saya sudah mengecek ke banyak pihak (informasinya lumayan simpang siur) dan akhirnya berkesimpulan kalau warga negara Indonesia bisa mendapatkan visa on arrival di Imam Khomeini Airport, Tehran. Ketika memasuki imigrasi, jangankan saya, para officer-nya pun bingung saya butuh visa atau tidak. Akhirnya setelah menunggu sekitar dua jam tanpa tahu mereka sedang diskusi apa (biasa lah, lost in translation), saya bisa masuk Iran juga. Lesson learnt, guys: dapatkan turis visa sebelum datang ke Iran ketimbang repot di airport, atau resiko nggak bisa masuk (siapa tahu si officer lagi nggak mood hari itu. Regulations are gray here)

Untuk yang berencana jalan ke Iran, saya menyarankan mengikuti tur (never be my choice) atau dengan seorang teman Iranian.
Kalau jalan dengan teman, saran saya:
- do your research in advance, di sini nggak ada panduan turis atau toko buku yang jual Lonely Planet Guide. Jalan dengan locals bukan berarti mereka tahu tempat-tempat yang menarik dikunjungi, jam & hari buka museum (jadwal buka agak aneh- cek sebelum pergi)
- bawa cash (ie dollar atau euro) karena Visa atau MasterCard atau jaringan ATM internasional tidak berfungsi (embargo bok)
- dress code for females: kerudung (disampirkan ke kepala sudah terhitung memadai), baju longgar yang panjang. Put your super-thick make-up to blend with the locals (hehehehe, ini mah saran iseng; tapi beneran cewek-cewek di Tehran suka agak berlebihan kalau dandan)

Meskipun jalan-jalan di Iran nggak terlalu gampang, after all Iran adalah tempat paling ramah dan welcoming yang pernah saya kunjungi. The winner of the nicest people I met... ya, Iranians.. seriously!

-- Visited in Iran: Tehran, Khashan, Isfahan (posting berikutnya)

No comments:

Post a Comment