2010-01-22

Isfahan- half of the world

Dengan city square yang menakjubkan, jembatan-jembatan cantik, masjid-masjid yang indah, dan taman yang menawan, Isfahan adalah kebanggaan penduduknya yang menyebut "Isfahan adalah separuh dunia".
Tidak diketahui jelas kapan Isfahan mulai berdiri, namun yang jelas sejak abad ke 1o Masehi telah tercatat sebagai salah satu kota terpenting, terbesar, dan terindah di dunia, sekaligus sebagai ibukota Persian Empire. Hingga kini Isfahan masih diakui sebagai salah satu contoh terbaik arsitektur Persia dan tercatat dalam daftar UNESCO World Heritage Site.

Isfahan memang salah satu kota tercantik yang pernah saya kunjungi. Tempat paling impresif, tentu saja, adalah Imam Square (namanya dulu Shah Square atau Naghsh-e Jahan Square-- sepertinya nama berganti sesuai nama penguasa).

Square ini adalah salah satu town square terbesar di dunia, dikelilingi oleh berbagai bangunan bersejarah dari masa dinasti Safavid. Bagian tengahnya dihiasi taman luas dan kolam air mancur, sedangkan salah satu sisinya terhubung dengan Grand Bazaar Isfahan. Sempatkan beberapa jam berjalan mengelilingi Imam Square, mengunjungi masjid Sheik-Lotfallah dan Masjid Shah serta Istana Ali Qapu yang berdiri di sisinya, juga mengagumi berbagai cendera mata khas Iran di toko-toko seni yang mengitari Imam Square. Hasil kerajinan Isfahan bagus-bagus sekali, antara lain enameled copper, karpet, kilim, inlaid works (tapi nggak murah, kualitasnya benar-benar tinggi).
Suasana di sini benar-benar damai dan tenang, terlebih karena mobil tidak diizinkan masuk ke Imam Square. Untuk menutup hari, jangan lupa mampir ke salah satu restoran tradisional dan memesan kabab atau beryooni khas Isfahan plus teh dengan aroma mawar. Then, call it a perfect day in Isfahan...

Malam hari atau tepat setelah matahari terbenam adalah saat terbaik mengunjungi jembatan-jembatan cantik yang melintasi sungai Zayandeh. Jembatan yang paling terkenal di antaranya adalah Pol-e-Khaju dan Sis-o-Se-Pol (33 Arches Bridge). Karena jembatan-jembatan ini sangat fotogenik di malam hari, photographers bring along your tripods!

Tempat lain yang harus dikunjungi adalah Chehel Sotoon, istana peristirahatan yang dibangun Shah Abbas II di Abad ke-17. Pilar-pilarnya yang menjulang dibuat dari kayu chenar utuh, memantul di kolam depan istana memberi kesan jumlah pilar dua kali lipat dari sesungguhnya yang cuma dua puluh; demikianlah nama Chehel Sotoon: "empat puluh pilar" didapatkan.
Bagian dalam istana dihiasi dengan fresco dan lukisan di atas keramik yang sangat indah. Di samping fresco yang melukiskan perang, sebagian besar anehnya menggambarkan para bangsawan sedang menikmati anggur (meskipun diharamkan dalam Islam yang notabene agama resmi Persian empire masa itu)
Sekedar info; berlawanan dengan keyakinan Islam di beberapa negara lain yang tidak mengizinkan penggambaran makhluk hidup (manusia/ binatang), kebudayaan Islam Persia tidak memeprmasalahkannya. Monumen religius maupun istana dihiasi dengan gambar (dan patung) yang bewarna-warni serta sangat detail.

Tempat menarik lain adalah Vank Cathedral, gereja katolik Armenia abad ke-16 yang dari luar sangat sulit dibedakan dengan masjid kalau saja tidak ada salib kecil yang nangkring di atas kubahnya. Bagian dalamnya dipenuhi fresco warna-warni yang sangat indah (sayang tidak boleh memotret di sini).

Kalau budget mengizinkan, cobalah menginap di Abbasi Hotel yang sebenarnya adalah caravanserai berusia 300 tahun yang sudah dipugar menjadi hotel modern. Atau paling tidak makan malam di salah satu restoran Abbasi Hotel yang sambil mengagumi interiornya yang spektakuler, dihiasi fresco and mosaik-mosaik kaca khas Iran. Then, call it another perfect day in Isfahan...!

--Selected photos of my trip to Iran are posted in candra.smugmug.com

No comments:

Post a Comment